dekor? HELL-O? win?

28 Mei 2010
semua berawal dari pensi, setiap kelas wajib menampilkan penampilan wajib kelas (pwk) yang akan dimasukkan ke dalam nilai kesenian. awalnya kita gembira menyambutnya, dalam hati kami berpikir bahwa hal ini akan sangat menyenangkan, semuanya pasti akan saling bekerja sama dalam mensukseskan pwk ini. kami dibebaskan untuk memilih posisi apa yang akan kami ambil, apakah seksi ide cerita? inti? dana? dekor? perlap? dubbing? kostum?...
dan akhirnya aku memilih untuk menjadi seksi dekorasi, karena namaku ditulis paling atas, maka aku sekaligus menjadi penanggung jawab seksi dekorasi

semua konsep telah dibuat, informasi sudah didapat, tinggal mewujudkan semuanya. namun, aku merasa, kekurangan bantuan.. aku meminta agar anggota ditambah. dan baiklah anggota kami sekarang 6 orang. apakah cukup? sebenarnya tidak. kami tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, tugas seksi dekorasi sangatlah berat. kami harus mewarnai 4 latar yang berukuran 2x3 (atau 2x2?) meter.. hanya 6 orang.. aku bahkan hanya menjalani semuanya sendirian karena anggota lain ada keperluan lain

aku mulai memilih kertas A0 untuk bahan latar dengan alasan
1. harga murah
2. gampang diwarnai
3. kertasnya cukup panjang dan lebar (4 latar untuk 2x3 meter)
4. bisa bolak balik
namun, aku tidak menyangka kalau banyak sekali kekurangan jika memakai bahan kertas:
1. rapuh
2. mudah robek (banyak diisolasi)
3. tidak lentur

akhirnya koordinator kelas mencari jalan lain, kami memakai kain untuk latar 2,3,4. dia membelinya tanpa pengawasanku, hari itu aku memang tidak masuk karena sakit. baiklah, cukup menyenangkan. dan kekurangan terbesarnya adalah kain meresap air, sehingga jika kita cat, catnya akan tembus (boros cat) cat harganya mahal. tapi.. sudah terlanjur dibeli.. akhirnya kami tetap melanjutkan pekerjaan kami

1 hal lagi yang fatal dalam pwk ini, tidak ada kekompakan, seakan akan semuanya aku yang mengerjakan. semuanya minta ganti naskah. naskah pwk yang disadur dalam cerita rakyat danau toba itu, aku yang membuat.. selama ini mereka tidak tahu, ini sangat menusuk hatiku.. lalu ternyata seksi dekorasi tidak hanya membuat latar.. kita juga mengurus SEMUAMUANYA~! properti juga kita yang membuat, awalnya aku berpikir bahwa perlap yang akan membuat properti, seksi perlengkapan membuat properti dan perlengkapan lain untuk pwk = ="

okeh lanjut, intinya yang kerja hanya 3-4 orang. disaat-saat tertentu baru mereka mulai bekerja, tapi hanya sedikiiiiiiit, sedikit sekali jika dibandingkan dengan semua properti yang dibutuhkan.. setiap hari, untuk melupkan kekesalanku, aku mulai merobek robek buku, marah-marah, mendendam, ataupun menangis, meskipun hal ini tak akan membuahkan hasil, setidaknya hal ini bisa membuatku tenang. hingga terjadi perseteruan tanggal 20 mei 2010, mereka tersinggung. padahal aku hanya ingin mereka sadar bahwa kita semua harus bekerja sama demi pwk kita.

saat H-3.. semuanya mulai kalang kabut, banyak sekali yang belum diselesaikan, anak-anak yang tadinya hanya kabur-kabur, tiba-tiba memberikan banyaaak sekali usul untuk menambah properti lagi. ini itulah, apalah. yang aku sesalkan, mengapa tidak dari dulu? kenapa baru sekarang? kemana saja mereka? kenapa saat H-3 baru bilang? rasanya stress sekali menjadi penanggung jawab seksi dekorasi. dalam hati aku berpikir, lebih baik aku jadi perlap, atau dana, atau ide cerita (aku kan yang membuat naskahnya~!), aku menyesal menjadi pj dekor. menyesal telah meluangkan waktu tidak les selama 1 bulan, tidak ikut bekerja dalam dekor pensi (gabut), dan rela dimarahi orang tua karena pulang di atas jam 10. aku hanya ingin mereka sadar, dan ikut membantu dekor. nyatanya mereka hanya bisa mengejek, mengritik, kalau pun ikut kumpul, kerja mereka hanya main dan main.

saat yang ditunggu tunggu tiba. saat hari H bahkan ada yang belum selesai. baiklah.. aku hanya bisa pasrah

.......................................

pwk pun akhirnya selesai. kerja sama yang cukup bagus. tapi aku sedikit kecewa, sebagian besar hanya berani memegang latar, yang ikut mengambil/menaruh properti hanya 1-3 orang! bahkan di saat saat seperti ini ada yang gabut = ="
aku berpikir, tak apa nilai kami jelek, yang penting pwk sudah terlewatkan
.......................................

jam 18.20
pengumuman award pwi dan pwk diumumkan
"........... dimenangkan oleh X-6"
???!
apaan sih gw ga denger? dubbing? dubbing menang?
(di suatu sisi sang pekerja dubbing udah memberi selamat,saling berjabat tangan,dan berpelukan.
oh dubbing kita menang? (ga percaya)
(dari arah sana dita dateng)
"kopipeh, dekor menang! kopipeh selamat ya?"
apa?
........................................

rasanya ingin pingsan, rasanya mau nangis. rasanya.. (ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata)
aku hanya bisa menangis terharu..
"fifah! ayo maju, kamu kan pj dekor. kamu yang berhak maju"
aku diseret seret oleh temanku, aku tak percaya dengan penglihatanku, dekor? benarkah?
ya, benar. nama X6 memang disebut sebagai pemenang dekorasi terbaik.
perjuangan kami selama ini.. ejekan dari orang-orang gabut yang membuatku down dan menangis.. hilang semua.. aku telah membuktikan bahwa aku bisa. aku bisa. aku bisa. aku hebat. Allah maha adil, inilah hasil dari cobaan yang membuatku berpikir bahwa aku hampir kehilangan teman atau mereka yang tidak mau mendengarkan.. ya.. inilah hasil cemoohan mereka yang akan mereka makan sendiri. hal yang dimuai dengan kerja keras, dan diakhiri dengan tangis bahagia

-fin-
(this is a real story)

0 comment:

Posting Komentar